Menjalankan ibadah umroh adalah impian bagi banyak umat Islam. Perjalanan menuju Baitullah bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi sebuah kesempatan besar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Agar ibadah semakin bermakna, mempelajari sejarah dan fiqih umroh sebelum berangkat menjadi langkah penting. Dengan pemahaman yang baik, sahabat bisa menjalankan setiap rukun dan sunnah umroh dengan lebih khusyuk dan penuh keimanan.
Sejarah Umroh dari Masa ke Masa
Umroh merupakan ibadah yang telah ada sejak zaman Nabi Ibrahim AS. Bahkan, perintah untuk melaksanakan ibadah haji dan umroh pertama kali diberikan kepada beliau. Sejarah mencatat bahwa Nabi Ibrahim AS, bersama putranya Nabi Ismail AS, membangun kembali Ka’bah sebagai tempat ibadah pertama di dunia. Setelah pembangunan selesai, Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk menyeru manusia agar datang ke Baitullah guna melaksanakan ibadah haji dan umroh.
Ribuan tahun kemudian, Rasulullah SAW juga menjalankan ibadah umroh sebagai bagian dari syariat Islam. Salah satu momen penting dalam sejarah umroh adalah Perjanjian Hudaibiyah, yang terjadi pada tahun ke-6 Hijriyah. Saat itu, Rasulullah SAW bersama para sahabat berangkat ke Makkah dengan niat menunaikan umroh. Namun, kaum Quraisy Makkah melarang mereka memasuki kota. Setelah berbagai perundingan, akhirnya disepakati bahwa Rasulullah SAW dan para sahabat akan menunda umroh hingga tahun berikutnya. Peristiwa ini dikenal sebagai Umroh Qadha.
Dalam sejarah Islam, umroh terus dijalankan oleh umat Muslim sebagai bentuk ibadah yang penuh keikhlasan. Hingga kini, jutaan jamaah dari seluruh dunia datang ke Tanah Suci setiap tahunnya untuk menunaikan umroh dengan penuh harapan mendapatkan ridha Allah SWT.

Pengertian dan Hukum Umroh
Umroh adalah ibadah yang dilakukan dengan cara mengunjungi Baitullah dan menjalankan rangkaian ibadah tertentu, seperti thawaf, sa’i, dan tahallul. Secara hukum, umroh memiliki kedudukan penting dalam Islam. Para ulama sepakat bahwa umroh merupakan ibadah yang dianjurkan, tetapi berbeda pendapat mengenai hukumnya.
Sebagian ulama berpendapat bahwa umroh hukumnya wajib bagi yang mampu, berdasarkan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 196:
"Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh karena Allah..."
Pendapat lain menyatakan bahwa umroh adalah sunnah muakkadah, yaitu ibadah yang sangat dianjurkan tetapi tidak wajib. Meski demikian, bagi sahabat yang sudah memiliki kemampuan, baik dari segi finansial maupun fisik, sangat disarankan untuk melaksanakan umroh sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Rukun dan Wajib Umroh yang Harus Diketahui
Agar umroh sah dan diterima oleh Allah SWT, sahabat perlu memahami rukun dan kewajibannya. Rukun umroh adalah bagian yang tidak boleh ditinggalkan karena jika salah satu rukun tidak dikerjakan, maka umroh tidak sah. Sementara itu, wajib umroh adalah ketentuan yang harus dilaksanakan, tetapi jika terlewat, masih bisa digantikan dengan membayar dam atau denda.
Rukun umroh terdiri dari niat ihram dari miqat, thawaf di Ka’bah, sa’i antara Safa dan Marwah, serta tahallul atau mencukur rambut. Sedangkan wajib umroh adalah mengenakan ihram dari miqat yang telah ditentukan dan menjauhi segala larangan ihram.
Memahami rukun dan wajib umroh sangat penting agar ibadah berjalan sesuai dengan tuntunan syariat. Oleh karena itu, sebelum berangkat ke Tanah Suci, sahabat dianjurkan untuk mempelajari dan memahami setiap prosesnya agar tidak melakukan kesalahan yang dapat mempengaruhi kesempurnaan ibadah.
Sunnah-Sunnah Umroh yang Dianjurkan
Selain rukun dan wajib umroh, ada beberapa sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan agar mendapatkan pahala lebih banyak. Salah satunya adalah mandi sebelum mengenakan ihram, menggunakan wewangian sebelum berihram, serta memperbanyak dzikir dan doa selama menjalankan ibadah umroh.
Sunnah lainnya adalah shalat sunnah dua rakaat sebelum memulai thawaf, membaca doa-doa yang dianjurkan di setiap putaran thawaf, serta memperbanyak doa di antara Safa dan Marwah saat melaksanakan sa’i. Dengan menjalankan sunnah-sunnah ini, umroh yang dijalani akan semakin sempurna dan penuh keberkahan.
Larangan-Larangan Saat Berihram
Saat seseorang telah mengenakan pakaian ihram dan berniat umroh, ada beberapa hal yang harus dihindari. Larangan-larangan ini bertujuan untuk menjaga kesucian ihram dan memastikan ibadah berjalan sesuai tuntunan syariat. Beberapa larangan ihram meliputi:
- Menggunakan wewangian setelah niat ihram
- Memotong rambut atau kuku sebelum tahallul
- Berburu atau membunuh hewan dengan sengaja
- Menutup kepala bagi laki-laki atau memakai pakaian berjahit
- Berhubungan suami istri atau melakukan perbuatan yang mengarah ke sana
Jika salah satu larangan ini dilanggar, maka jamaah harus membayar dam atau denda sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Oleh karena itu, sahabat perlu memahami larangan-larangan ini agar ibadah umroh tetap sah dan diterima oleh Allah SWT.
Keutamaan Melaksanakan Umroh
Melaksanakan umroh memiliki banyak keutamaan. Salah satu keutamaannya adalah sebagai penghapus dosa-dosa yang telah lalu. Rasulullah SAW bersabda:
"Antara umroh satu ke umroh lainnya adalah penghapus dosa di antara keduanya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Selain itu, umroh juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak doa di tempat yang mustajab, seperti di depan Ka’bah, Hijr Ismail, dan Multazam. Umroh juga memberikan ketenangan batin dan memperkuat keimanan, karena selama di Tanah Suci, seseorang bisa lebih fokus dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Bagi sahabat yang ingin merasakan langsung keistimewaan ibadah umroh, Mabruk Tour siap membantu mewujudkan perjalanan penuh makna ke Tanah Suci. Dengan layanan profesional dan fasilitas terbaik, perjalanan ibadah akan terasa lebih nyaman dan khusyuk.
Jangan tunda lagi untuk berangkat ke Baitullah. Segera daftarkan diri dan nikmati pengalaman umroh yang lebih berkesan bersama Mabruk Tour. Kunjungi www.mabruk.co.id untuk informasi lebih lanjut dan pilih paket umroh terbaik sesuai kebutuhan sahabat.