Ibadah umroh semakin diminati oleh banyak Muslim di seluruh dunia, termasuk sahabat yang ingin melaksanakan ibadah dengan cara yang lebih hemat melalui konsep backpacker. Umroh backpacker menjadi alternatif bagi sahabat yang ingin berangkat dengan biaya lebih terjangkau dibandingkan menggunakan paket reguler dari travel. Namun, karena sifatnya yang mandiri dan lebih menantang, banyak jamaah yang kurang persiapan dan akhirnya melakukan kesalahan yang bisa menghambat kelancaran ibadah.
Jika tidak dilakukan dengan perencanaan yang matang, umroh backpacker bisa berubah dari perjalanan ibadah yang penuh berkah menjadi pengalaman yang penuh tantangan. Agar ibadah tetap berjalan lancar dan maksimal, sahabat perlu mengetahui berbagai kesalahan umum yang sering terjadi dan bagaimana cara menghindarinya.

Tidak Memahami Prosedur Visa dan Keimigrasian
Salah satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan oleh jamaah umroh backpacker adalah kurangnya pemahaman terhadap prosedur visa dan aturan keimigrasian Arab Saudi. Banyak yang berpikir bahwa visa turis bisa digunakan untuk melaksanakan umroh, padahal aturan ini bisa berubah sewaktu-waktu. Jika sahabat menggunakan visa yang tidak sesuai, ada risiko ditolak masuk ke Saudi atau bahkan mengalami deportasi.
Menghindari kesalahan ini sangat penting. Sebelum berangkat, pastikan sahabat telah memahami jenis visa yang dibutuhkan dan mengikuti aturan yang berlaku. Visa umroh resmi biasanya dikeluarkan melalui agen travel yang bekerja sama dengan pihak otoritas Saudi. Jika ingin berangkat secara mandiri, pastikan visa yang digunakan memang sah untuk ibadah umroh dan tidak melanggar regulasi negara tersebut.
Kurang Persiapan Finansial dan Tidak Memperhitungkan Biaya Tambahan
Banyak jamaah umroh backpacker yang hanya menghitung biaya dasar seperti tiket pesawat dan akomodasi tanpa mempertimbangkan biaya tambahan yang mungkin muncul selama di Tanah Suci. Biaya transportasi, makan, hingga kebutuhan darurat sering kali tidak diperhitungkan dengan baik, sehingga menyebabkan kesulitan keuangan selama perjalanan.
Untuk menghindari hal ini, sahabat perlu melakukan riset mendalam mengenai kisaran biaya hidup di Makkah dan Madinah. Siapkan dana cadangan untuk keadaan darurat dan jangan hanya bergantung pada uang tunai dalam jumlah terbatas. Menggunakan kartu debit atau kartu prabayar internasional juga bisa menjadi pilihan agar keuangan lebih fleksibel selama perjalanan.
Tidak Memilih Akomodasi yang Strategis
Salah satu cara menghemat biaya umroh backpacker adalah memilih akomodasi yang lebih terjangkau. Namun, banyak jamaah yang tergiur dengan harga murah tanpa mempertimbangkan lokasi penginapan. Akibatnya, mereka harus menempuh jarak yang jauh untuk mencapai Masjidil Haram atau Masjid Nabawi, yang tentu saja bisa sangat melelahkan terutama bagi yang tidak terbiasa berjalan jauh.
Memilih akomodasi yang strategis adalah solusi terbaik. Jika memungkinkan, cari penginapan yang masih terjangkau tetapi tidak terlalu jauh dari tempat ibadah. Sahabat juga bisa mempertimbangkan moda transportasi lokal yang mudah diakses untuk menghemat tenaga saat bepergian.
Tidak Mengatur Jadwal Ibadah dengan Baik
Karena bepergian secara mandiri, banyak jamaah umroh backpacker yang kurang disiplin dalam mengatur jadwal ibadah. Beberapa terlalu sibuk dengan agenda wisata atau belanja sehingga melewatkan kesempatan untuk beribadah di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi dengan maksimal. Ada juga yang justru terlalu padat dalam beribadah tanpa memperhitungkan kondisi fisik, yang akhirnya membuat tubuh kelelahan dan jatuh sakit.
Agar ibadah tetap berjalan dengan lancar, sahabat perlu membuat jadwal yang seimbang antara ibadah, istirahat, dan kegiatan lainnya. Prioritaskan shalat berjamaah di masjid dan manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mendekatkan diri kepada Allah. Jangan lupa untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan bugar selama di Tanah Suci.
Kurang Memahami Rangkaian Ibadah Umroh
Banyak jamaah umroh backpacker yang hanya berbekal informasi seadanya tentang tata cara umroh. Mereka tidak memahami betul apa saja yang harus dilakukan dalam setiap tahap ibadah, dari niat ihram hingga tahallul. Akibatnya, ada yang salah dalam melaksanakan rukun umroh atau bahkan melakukan kesalahan yang bisa membatalkan ibadahnya.
Untuk menghindari kesalahan ini, sahabat harus mempelajari tata cara umroh dengan baik sebelum berangkat. Banyak sumber terpercaya yang bisa dijadikan referensi, seperti buku panduan, ceramah dari ulama, atau kursus manasik umroh yang diadakan oleh berbagai lembaga. Memahami rangkaian ibadah secara menyeluruh akan membantu sahabat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan sempurna.
Tidak Membawa Perlengkapan yang Memadai
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah membawa perlengkapan yang tidak sesuai dengan kebutuhan selama umroh. Ada yang terlalu banyak membawa barang hingga koper menjadi berat dan menyulitkan mobilitas, sementara ada juga yang justru kurang persiapan dan melupakan barang penting seperti obat-obatan pribadi, pakaian ihram cadangan, atau perlengkapan ibadah.
Membawa perlengkapan yang tepat akan membantu sahabat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman. Pastikan untuk membawa pakaian yang sesuai dengan kondisi cuaca di Arab Saudi, serta perlengkapan ibadah seperti sajadah kecil dan tasbih. Jangan lupa untuk membawa dokumen penting dalam tempat yang aman agar tidak hilang atau tercecer.
Tidak Menjaga Kesehatan dan Kebersihan
Karena umroh adalah ibadah yang memerlukan banyak aktivitas fisik, menjaga kesehatan sangatlah penting. Sayangnya, banyak jamaah umroh backpacker yang tidak memperhatikan asupan makanan, kurang minum air, atau tidak cukup istirahat sehingga mudah jatuh sakit. Selain itu, lingkungan di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang ramai juga membuat risiko terkena penyakit menular menjadi lebih tinggi.
Untuk menghindari masalah kesehatan selama umroh, sahabat perlu menjaga pola makan yang sehat dan memperbanyak minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi. Membawa suplemen atau vitamin juga bisa menjadi pilihan untuk menjaga daya tahan tubuh. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan dan menggunakan masker saat berada di keramaian untuk mencegah penyebaran penyakit.
Tidak Memahami Aturan dan Budaya Setempat
Arab Saudi memiliki aturan dan budaya yang mungkin berbeda dengan negara asal sahabat. Banyak jamaah umroh backpacker yang kurang memahami peraturan setempat, seperti aturan berpakaian, larangan membawa barang tertentu, atau etika saat berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Jika tidak berhati-hati, kesalahan kecil bisa saja menimbulkan masalah yang tidak diinginkan.
Sebelum berangkat, sahabat perlu mempelajari aturan dan budaya setempat agar bisa menyesuaikan diri dengan baik. Bersikap sopan dan menghormati penduduk setempat akan membuat perjalanan umroh menjadi lebih nyaman dan aman.
Melaksanakan ibadah umroh secara backpacker memang bisa menjadi pengalaman yang berkesan, tetapi jika tidak dipersiapkan dengan baik, kesalahan-kesalahan di atas bisa menghambat kelancaran ibadah. Jika sahabat ingin melaksanakan umroh dengan lebih nyaman dan terorganisir tanpa harus khawatir dengan segala kendala, memilih travel umroh terpercaya adalah solusi terbaik.
Mabruk Tour hadir untuk membantu sahabat menjalankan ibadah umroh dengan tenang dan penuh keberkahan. Dengan paket umroh yang terjangkau dan layanan berkualitas, sahabat bisa fokus beribadah tanpa harus repot mengurus berbagai hal teknis. Segera daftarkan diri sahabat melalui www.mabruk.co.id dan wujudkan impian beribadah di Tanah Suci dengan perjalanan yang nyaman serta penuh keimanan.