
Ibadah sa’i adalah salah satu rukun dalam umroh yang memerlukan ketahanan fisik dan stamina yang cukup. Berjalan bolak-balik antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali dengan jarak sekitar 3,15 kilometer tentu bukan hal yang ringan, terutama bagi jamaah yang belum terbiasa dengan aktivitas fisik dalam waktu lama.
Selain persiapan fisik sebelum berangkat ke Tanah Suci, menjaga asupan makanan dan minuman juga menjadi kunci utama agar tubuh tetap bugar selama sa’i. Pilihan makanan yang tepat dapat memberikan energi yang cukup, menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, serta mencegah kelelahan atau dehidrasi.
Agar ibadah sa’i lebih nyaman dan lancar, berikut adalah beberapa makanan dan minuman yang bisa membantu jamaah tetap bugar selama menjalankannya.
Makanan yang Kaya Karbohidrat Kompleks
Karbohidrat adalah sumber energi utama bagi tubuh, terutama saat melakukan aktivitas fisik seperti sa’i. Namun, tidak semua jenis karbohidrat memiliki manfaat yang sama. Karbohidrat sederhana seperti gula atau roti putih bisa memberikan energi dengan cepat, tetapi juga dapat menyebabkan rasa lemas setelahnya karena lonjakan dan penurunan kadar gula darah yang drastis.
Sebaliknya, karbohidrat kompleks lebih disarankan karena bisa memberikan energi yang lebih stabil dan tahan lama. Beberapa makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks antara lain nasi merah, oatmeal, roti gandum, serta kentang rebus. Makanan ini bisa dikonsumsi saat sarapan sebelum berangkat ke Masjidil Haram untuk memulai ibadah umroh.
Sumber Protein untuk Daya Tahan Tubuh
Protein berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh dan membantu proses pemulihan otot setelah melakukan aktivitas fisik. Mengingat sa’i melibatkan banyak gerakan berjalan dan sedikit berlari bagi laki-laki di antara tanda lampu hijau, konsumsi protein yang cukup bisa membantu mengurangi risiko kelelahan otot.
Sumber protein yang baik meliputi daging ayam tanpa kulit, ikan, telur, tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Selain itu, konsumsi yoghurt atau susu juga bisa menjadi pilihan yang baik karena mengandung protein serta probiotik yang mendukung kesehatan pencernaan.
Buah-Buahan Segar yang Kaya Serat dan Vitamin
Buah-buahan segar merupakan sumber serat, vitamin, dan antioksidan yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Kandungan serat dalam buah bisa membantu menjaga energi tetap stabil dan mencegah rasa lapar yang berlebihan.
Pisang adalah salah satu buah yang sangat direkomendasikan karena mengandung kalium yang dapat mencegah kram otot selama sa’i. Kurma juga menjadi pilihan yang sangat baik karena mengandung gula alami yang memberikan energi cepat, serta kaya akan serat dan zat besi yang baik untuk tubuh.
Selain itu, buah seperti apel, jeruk, dan melon bisa membantu menjaga hidrasi tubuh karena kandungan airnya yang cukup tinggi. Buah-buahan ini bisa dikonsumsi sebelum atau setelah sa’i untuk membantu tubuh tetap segar.
Minuman yang Menjaga Hidrasi dan Energi
Salah satu tantangan terbesar saat melaksanakan sa’i adalah menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Cuaca di Makkah yang panas serta aktivitas berjalan dalam waktu lama bisa menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat.
Air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Pastikan untuk minum air dalam jumlah yang cukup sebelum memulai sa’i agar tubuh tidak kekurangan cairan di tengah perjalanan. Jika perlu, bawa botol air kecil yang bisa digunakan untuk minum sedikit demi sedikit selama sa’i.
Selain air putih, minuman lain yang dapat membantu menjaga hidrasi adalah air kelapa. Air kelapa mengandung elektrolit alami yang dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat keringat, sehingga bisa membantu mencegah dehidrasi.
Bagi sahabat yang ingin tambahan energi alami, jus buah segar seperti jus jeruk atau jus semangka juga bisa menjadi pilihan yang baik. Hindari minuman berkafein seperti kopi atau teh dalam jumlah berlebihan, karena bisa menyebabkan dehidrasi lebih cepat.
Hindari Makanan Berat Sebelum Sa’i
Meskipun penting untuk mengisi energi sebelum melakukan sa’i, konsumsi makanan berat dalam jumlah berlebihan bisa menyebabkan rasa tidak nyaman selama ibadah. Makanan yang terlalu berlemak atau berminyak seperti gorengan bisa memperlambat pencernaan dan menyebabkan rasa kembung.
Lebih baik memilih makanan yang ringan tetapi bergizi seperti roti gandum dengan selai kacang, oatmeal dengan potongan buah, atau yoghurt dengan granola. Pastikan juga untuk tidak makan terlalu dekat dengan waktu sa’i agar tubuh memiliki cukup waktu untuk mencerna makanan sebelum beraktivitas.
Camilan Sehat untuk Mengembalikan Energi
Setelah menyelesaikan sa’i, tubuh biasanya akan merasa lelah dan memerlukan energi tambahan. Mengonsumsi camilan sehat bisa menjadi cara yang baik untuk mengembalikan stamina sebelum melanjutkan ibadah lainnya.
Beberapa camilan sehat yang bisa dikonsumsi setelah sa’i antara lain kurma, kacang almond, kismis, atau granola bar. Camilan ini mengandung kombinasi karbohidrat, protein, dan lemak sehat yang dapat membantu memulihkan tenaga dengan cepat.
Jika memungkinkan, sahabat juga bisa menikmati segelas susu atau smoothie dari buah-buahan segar untuk memberikan energi tambahan tanpa membuat perut terasa terlalu penuh.
Menjaga asupan makanan dan minuman yang tepat selama ibadah umroh, termasuk saat sa’i, sangat penting agar tubuh tetap bugar dan siap menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan nyaman. Memilih makanan yang sehat dan bergizi tidak hanya membantu menjaga stamina, tetapi juga memberikan ketenangan hati dalam menjalankan ibadah dengan optimal.
Agar perjalanan umroh semakin lancar dan berkesan, pastikan untuk memilih biro perjalanan yang terpercaya dan profesional. Mabruk Tour siap membantu sahabat menjalankan ibadah umroh dengan fasilitas terbaik dan bimbingan dari tim yang berpengalaman.
Jangan ragu untuk mengunjungi www.mabruk.co.id untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang paket umroh yang sesuai dengan kebutuhan sahabat. Bergabunglah bersama Mabruk Tour untuk merasakan pengalaman ibadah umroh yang nyaman, aman, dan penuh berkah.